Baru saja Ayus menjejakkan kakinya di beranda rumah tiba - tiba saja Ongo sudah menyerangnya dengan tebak - tebakan.
Rawat Jalan, Maksudnya?
Seperti biasanya, Ongo selalu memberi komentar setiap berita apa saja yang menarik perhatiannya. Kali ini pun demikian, sebuah berita dalam format teks berjalan mengalihkan seluruh perhatiannya.
Tuhan Mencipta, Kita Menjaga
Ketika bumi diserahkan kepada makhluk bernama manusia, seluruh sumber daya (alam) yang dibutuhkan untuk hidup dan membangun kehidupan telah cukup dan telah tersedia. Semuanya ada, semuanya telah lengkap namun jumlahnya terbatas dan bisa habis jika kita tidak pandai melestarikannya. Itulah sebabnya mengapa bumi ini diserahkan kepada manusia bukan sekadar untuk diolah dan dinikmati tapi juga untuk dikelola dengan benar agar jumlah yang terbatas ini tidak akan cepat habis.
Di Bawah Naungan Kedewasaan Kebebasan
Kebebasan berekspresi –bagi para blogger– merupakan salah satu pilar bagi kemakmuran dan ketenteraman kreativitas (walaupun pada perspektif yang berbeda ia justru melemahkan kreativitas). Di mana semua pemikiran, perasaan, pengalaman dan pengetahuan [bahkan yang jorok sekalipun] dapat dipublikasikan via blog kepada khalayak tanpa takut blognya akan dibredel. Tapi kemudian muncul kekhawatiran kebebasan berekspresi ini akan lepas kendali dan menimbulkan efek negatif baik bagi masyarakat internet itu sendiri maupun masyarakat non internet. Maka untuk menghindarkan terciptanya hal tersebut dibutuhkan kedewasaan. Kedewasaan dalam kebebasan.
Blogger Jemuran vs Blogger Idealis
Pada suatu hari seorang nara blog menuliskan kegundahan hatinya di blognya yang baru. Ia menceritakan tentang blog lamanya yang telah dihapus oleh penyedia layanan tanpa pemberitahuan lebih awal dan tanpa tahu apa sebab musababnya sehingga tidak mampu ia selamatkan.

